Diberdayakan oleh Blogger.

Hadits Ke-2 dari 100 Hadits untuk Dihafal

Sabtu, 31 Mei 2014

100 HADITS UNTUK DIHAFAL ��
Hadits ke-2

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: «أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَبُوكَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

��Hadits Kedua:

Dari Abu Hurairah --(semoga) Allah Ta’ala meridhainya--, beliau berkata, “Seorang lelaki menemui Rasulullah –(semoga) Allah Ta’ala melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau--, lalu berkata, ‘Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak aku pergauli dengan baik?’. Beliau bersabda, ‘Ibumu.’ Dia berkata, ‘Lalu siapa?’. Beliau bersabda,  ‘Lalu Ibumu.’ Dia berkata, ‘Lalu siapa?’. Beliau bersabda, ‘Lalu Ibumu.’ Dia berkata, ‘Lalu siapa?’. Beliau bersabda, ‘Lalu ayahmu.“ (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

��Abu Bakar Jombang
Thalib Darul Hadits Fiyusy

��WhatsApp Thullab Fiyusy

Read More.. Read more...

Hadits Ke-1 dari 100 Hadits untuk Dihafal

[13:20 11/05/2014] Abu Dawud: ��������������

 PEMBERITAHUAN:

Dikarenakan banyak ikhwah yang ingin menghapal �� HADITS UNTUK DIHAFAL, namun banyak di antara mereka juga dituntut mencari ma-isyah, maka insya Allah �� HADITS UNTUK DIHAFAL akan diposting setiap hari senin dan kamis.

Dan perlu diketahui, sengaja penyusun memilihkan hadits ringkas, hanya dari shahabat Abu Hurairah dan Muttafaqun 'Alaihi (Bukhari dan Muslim) saja, agar memudahkan para penghapalnya.

Demikian, dan insya Allah akan kami ulang mulai hadits pertama di hari senin, baarakallahu fiikum. Adapun hari selainnya akan kami isi dengan hadits-hadits pilihan tentang ar-riqaq (melembutkan qalbu).

Jazakumullahu khair atas perhatiannya.

��������������
100 HADITS UNTUK DIHAFAL ��
Hadits ke-1

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ قَالَ:"كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي المِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيمِ ". مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

��Hadits pertama:

Dari Abu Hurairah --semoga Allah Ta’ala meridhainya--, beliau berkata:
“Nabi --semoga Allah Ta’ala melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau, keluarga dan para shahabatnya-- bersabda, ‘Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيمِ
Aku menyucikan Allah lagi memuji-Nya dan aku menyucikan Allah Dzat Yang Mahaagung.”  (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

��Abu Bakar Jombang
Thalib Darul Hadits Fiyusy

�� WhatsApp Thullab Fiyusy

Read More.. Read more...

SUAMI WANITA DI JANNAH

SUAMI WANITA DI JANNAH

[Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah]

Soal: Jika seorang wanita memiliki dua suami di dunia, dengan siapa dia bersanding nantinya? Dan kenapa Allah hanya menyebutkan istri untuk laki-laki tanpa menyebut suami untuk wanita (sebagai balasan di jannah, pen.)?

Jawab: Jika di dunia seorang wanita memiliki dua suami, nanti di hari kiamat dia memilih di antara keduanya di jannah. Jika seorang wanita belum menikah di dunia, di jannah Allah akan menikahkannya dengan pria yang akan menyejukkan matanya. Karena kenikmatan yang ada di jannah tak dibatasi untuk kaum lelaki saja, melainkan untuk kaum lelaki, juga kaum wanita. Dan termasuk bentuk kenikmatan adalah menikah.

Adapun ucapan sang penanya, "Sesungguhnya Allah taala menyebutkan bidadari-bidadari, dan mereka adalah para istri. Dan tidak menyebutkan suami untuk kaum wanita."

Maka kami jawab, disebutkannya bidadari untuk kaum lelaki karena laki-laki adalah yang mencari. Dialah yang berjuang untuk wanita. Itulah mengapa yang disebut hanyalah istri untuk kaum lelaki, dan tidak disebutkan suami untuk kaum wanita. Namun bukan berarti kaum wanita tidak memiliki suami. Bahkan mereka memiliki suami dari kalangan bani Adam.

(( Fatawa Aqidah lil 'Utsaimin:129 ))

Read More.. Read more...

〰AL-A'MASY DAN MUHADDITS GADUNGAN

〰AL-A'MASY DAN MUHADDITS GADUNGAN

Hari itu, seorang paruh baya tiba di kota Bashrah. Entah ada sebuah keperluan atau hanya singgah di kota tersebut, ia masuk sebuah masjid. Di masjid, pandangannya tertuju pada kerumunan majlis taklim. Orang-orang berdesak-desakan mengerumuni seseorang, sepertinya seorang 'ulama kondang kota ini. Pikiran mereka fokus, menyimak untaian-untaian kata yang keluar dari bibir sang syaikh.

Mungkin pemandangan seperti ini pemandangan yang sudah biasa di zaman tabi'in, di manapun negrinya. Di Madinah, Mekah, Bashrah, Kufah, Baghdad, Mesir atau negri lainnya. Namun orang tua asing tadi memandangnya dengan tatapan berbeda. Pandangannya seolah menandakan majlis tersebut lain daripada yang lain. Ia berusaha memperhatikan, mendengar dan menyimak majlis itu. Ia seperti ingin meyakinkan suatu hal.

"Haddatsana al-A'masy 'an Abi Ishaq! Telah memberikan hadits kepada kami al 'A'masy, beliau mendapatkannya dari Abu Ishaq! Haddatsana al-A'masy 'an Abi Waail! Telah memberikan hadits kepada kami al-A'masy, dari Abu Waail!" kata sang syaikh dengan suara lantang.

Berbeda dengan seluruh hadirin majlis, orang tua tadi bukannya senang dibacakan sebuah hadits, malah kata-kata itu membuatnya seperti tersengat lebah. Atau kata-kata itu bagaikan dentuman peluru yang meluluh lantakkan qalbunya. Kecewa, marah, sedih, semua bercampur jadi satu dalam cawan batinnya. Dia geram, ingin melakukan sesuatu kepada majlis tersebut untuk mengobati kekecewaannya. Segera dia masuk ke tengah majlis, duduk dan tiba-tiba mencabuti bulu ketiaknya. Aneh, namun dia ingin melepas kekecewaan dan amarahnya. Helai demi helai si orang tua mencabut bulu ketiaknya dengan ekspresi tanpa beban. Seolah ia telah melupakan kekecewaan dan amarahnya. Ia tak ambil pusing dengan muka sang syaikh yang nampak marah melihat perbuatannya. Kepala sang syaikh seakan berasap, mendidih dan siap meledak. Meletup-letup dan akhirnya benar-benar meledak, "Hei, orang tua! Apakah kau tidak malu!? Kita dalam pengajian, engkau malah berbuat seperti itu."

"Apa peduli ku!? Toh apa yang ku lakukan lebih baik ketimbang perbuatanmu!" jawab orang tua ketus.

"Maksudmu?" sang syaikh terjebak dalam ketidak mengertian.

"Aku melakukan amalan sunnah, sedangkan engkau? Engkau berdusta. Akulah al-A'masy. Aku sama sekali tidak pernah memberimu sebuah hadits!!" sahut al-A'masy.

Dum.! Melihat sebuah dusta terbongkar, qalbu para hadirin bagaikan benteng byzantium yang dibombardir pasukan Muhammad Al Fatih dalam penaklukan Costantinopel. Mereka kecewa. Serta merta mereka meninggalkan syaikh gadungan dan berkumpul di sekitar al A'masy.

<< Al-Hawadits wal Bida' >>

Read More.. Read more...

HUKUM BERBICARA SAAT KHUTBAH, KARENA KHATIB YANG TIDAK SYAR'I

Minggu, 25 Mei 2014

HUKUM BERBICARA SAAT KHUTBAH, KARENA KHATIB YANG TIDAK SYAR'I

Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i rahimahullah ditanya:
Apa hukum orang yang menjadikan khutbah jum'at sebagai ajang menyebar berita , apakah wajib didengarkan dan diam?

Beliau rahimahullah menjawab:
"Tidak wajib diam untuk mendengarnya, jika dia menjadikan khutbah jum'at hanya untuk menyebar berita. telah diriwayatkan bahwa Ibrahim An- Nakha'i رحمه الله bersama sekelompok orang  berbincang-bincang pada saat Bani Umayyah berkhotbah, apabila mereka diingkari maka ia menjawab: sebab Allah azza wajalla, berfirman:

 وَإِذَا قُرِىءَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُواْ لَهُ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Apabila dibacakan kepada kalian maka simaklah dan diamlah, semoga kalian mendapatkan rahmat."
Allah Allah azza wajalla, juga berfirman:

{ يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْاْ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلْبَيْعَ }
"Wahai orang- orang yang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari jum'at maka bersegeralah kalian menuju dzikrullah dan tinggalkan jual beli."

Maka apabila keadaan khutbahnya seperti penyebaran berita, kosong dari firman Allah Allah azza wajalla,  dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan menjadi pendukung kebatilan, dan ahlul batil tidak wajib disimak ucapannya dan tidak didengarkan, dan boleh baginya berbicara.

Adapun jika khatib ingin menyampaikan satu pembahasan tertentu untuk kemaslahatan Islam dan kaum muslimin, dan bukan dari hawa nafsu, maka tidak mengapa dia menyampaikan bahasan tersebut. Wallahul musta'an.
Kalian telah mendengarkan firman Allah Allah azza wajalla:

{ يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْاْ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلْبَيْعَ }
"Wahai orang- orang yang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari jum'at maka bersegeralah kalian menuju dzikrullah dan tinggalkan jual beli."
 
Sumber:
✅ (http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=2972)

✅ http://salafybpp.com/index.php/nasehat/209-allah-azza-wajalla

WA-TIS (Thalab Ilmu Syar'i)


Read More.. Read more...

Hukum Arisan dalam Pandangan Islam

Rabu, 16 April 2014

Apa hukum arisan?

Oleh :  Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini hafizhahullaah

a hukum arisanArisan dikenal oleh sebagian orang  Arab dengan istilah jam’iyyah (kumpulan peserta arisan). Ini termasuk masalah kontemporer yang tengah marak ditekuni oleh banyak kaum muslimin mengingat manfaat yang mereka rasakan darinya. Masalah ini diperselisihkan oleh ulama ahli fatwa masa kini.

1. Ada yang berpendapat haram.

Al-‘Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah berfatwa, “Ini dinamakan pengutangan di antara sekumpulan orang (arisan) dan perkara ini kehalalannya diragukan. Sebab, arisan adalah piutang dengan syarat adanya timbal balik dengan diutangi pula dan termasuk piutang yang menarik manfaat. Karena dua alasan tersebut, arisan haram.
Read More.. Read more...

Download Rekaman Kajian Dosa-dosa Terhadap Ilmu dan Ulama :: Al-Ustadz Luqman Ba'abduh :: Slipi-Jakarta :: 15 Desember 2013

Selasa, 17 Desember 2013

Download Rekaman Kajian Dosa-dosa Terhadap Ilmu dan Ulama


Pembicara: Al-Ustadz Luqman Ba'abduh
Tempat: Masjid Al-Mujahidin, Slipi-Jakarta
Waktu: 15 Desember 2013

Sesi1: http://bit.ly/1hVy2A7
Format: AMR File: 10.9MB Durasi 1:48:55

Sesi2: http://bit.ly/19tVxM7
Format: AMR File: 10.6MB Durasi 1:45:49

Semoga bermanfaat.
Read More.. Read more...

Kilauan Mutiara Hikmah Nasehat Salaful Ummah

Selasa, 05 November 2013

Bismillahirrahmanirrahiim,

Untuk kaum muslimin dan muslimat... GRATIS!!!


Kilauan Mutiara Hikmah Nasehat Salaful Ummah


Pembahasan kitab:
Lammud Durril Mantsur Minal Qoulil Ma'tsur

Bersama Al-Ustadz:
Luqman bin Muhammad Ba'abduh hafizhahullah

Tempat:
Masjid Al-Mujahidin, SLIPI
Jl. Anggrek Nelimurni VII Blok-A
Slipi, Jakarta Barat
(Seberang Rumah Sakit Harapan Kita)

Waktu:
Sabtu, 9 November 2013
Pkl. 09:00-selesai
Read More.. Read more...

JADILAH SEORANG SALAFY SEJATI

Senin, 21 Oktober 2013



Dengan mengharap ridho Alloh Subhanahu wa Ta'ala

Insya Alloh akan hadir Kajian Ilmiyyah Ahlussunnah wal Jama'ah

"JADILAH SEORANG SALAFY SEJATI"

Pembahasan kitab "Kun Salafiyan 'Alal Jaddah" karya Asy-Syaikh DR. Abdussalam bin Salim As-Suhaimi.

Hari & tanggal: Sabtu, 02 November 2013
Waktu: 10:00 WIB s/d selesai
Pembicara: Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
Tempat: Masjid Al-Mujahidin Jl.Anggrek Nelimurni VII Blok-A Slipi, Jakarta Barat (seberang RS. Harapan Kita)
Google maps: http://goo.gl/maps/PSdXH

Informasi Ikhwan:
081513978370
085935323036
081316322048

Informasi Akhwat:
081317050388
08561074776
Read More.. Read more...

Jadwal Kajian Ahlussunnah di Slipi Jakarta

Sabtu, 21 September 2013

Salafy Jakarta, Ahlussunnah Jakarta, Jadwal Ta'lim Salafy Jakarta, Umroh Jakarta 2014
Bismillaah..
Hadirilah Kajian Islam Ilmiyyah
InsyaAllah Ahad, 22 September 2013 mulai pukul 13:30

Di Masjid Al-Mujahidin Jl.Anggrek Nelimurni VII Blok-A Slipi, JakBar (seberang RS.Harapan Kita)

Tema 1:
Kitab At-Tauhid.
Pemateri: Al-Ustadz Adurrahman Mubarok.

Tema 2:
Kitab Mudzakirotul Hadits fiil Aqidah.
Pemateri: Al-Ustadz Abdul Malik

Info :
081513978370
085935323036
081316322048

InsyaAllah akan disiarkan LIVE streaming melalui Radio QABAIL di:
www.ahlussunnahslipi.com
atau ERDIOO & TUNE IN: RADIO QABAIL

Mohon sebarkan..
بَارَكَ الله فِيْك
Read More.. Read more...

Berbagi Faedah di Atas Sunnah

‎ ‎طبيب الطب النبوي | Dokter Pengobatan Nabawi |

Menceritakan Bahagianya Berkeluarga

Sunniy Salafy

Al-HUJJAH

Nikah Muda Yuk...

Entri Populer

Belajar Internet Marketing Profesional

Belajar Internet Marketing Profesional
Internet Marketing Center

Milis Salafi Indonesia

Radio Ad-Diin Tangerang | http://103.28.148.18:8188/listen.pls

Kembali ke ATAS